Senin, 02 Agustus 2010

Kota Pekanbaru Kota Metropolitan

Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama Senapelan yang dipimpin oleh seorang kepala Suku yang disebut Batin. Daerah ini pada awalnya adalah daerah pemukiman yang kemudian pindah ke dataran yang agak tinggi dari permukaan air. Ditempat ini tumbuh sebatang pohon yang rindang dan tinggi, dari jauh kelihatan seperti payung sekaki. Semenjak itu perkampungan baru tersebut dinamakan PAYUNG SEKAKI.
Perkembangan Senapelan sangat erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah menetap di Senapelan, dan membangun Istana di Kampung Bukit serta berinisiatif membuat Pekan di Kampung Senapelan, walaupun pada awalnya pekan atau pasar yang dibuat Sultan pada awalnya kurang berkembang namun sudah menunjukkan adanya beberapa kemajuan.
Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali dengan gelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah, namun sedikit menggeser lokasi pekan disekitar pelabuhan Pekanbaru sekarang. Setelah peristiwa ini, maka sebutan Senapelan lebih populer disebut Pekanbaharu dan seterusnya menjadi Pekanbaru.
Menurut catatan yang dibuat oleh Imam Suhil Siak, Senapelan yang kemudian lebih populer disebut Pekanbaru, resmi didirikan pada tanggal 21 Rajab hari Selasa tahun 1204 H, bersamaan dengan 23 Juni 1784 M, oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah. Dibawah pemerintahan Sultan Yahya, ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.
Pada masa penjajahan Belanda, berdasarkan Bershuit van Inlandsch Zelfbestuur van Siak No. 1/1919, Pekanbaru difungsikan sebagai wilayah countroluer (PHB). Akhirnya, pada masa kemerdekaan, Pekanbaru berubah status menjadi hemente Pekanbaru atau ibu kota Keresidenan Riau (berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera di Medan No. 103/1946). Selanjutnya, berstatus Kota Kecil (berdasarkan UU No. 8/1956), Kotapraja (UU No. 1/1957) serta akhirnya menjadi Kotamadya dan kini menjadi Kota.
...........
Kota Pekanbaru secara geografis terletak antara 101o14‘ - 101o34’ Bujur Timur dan 0o25’ – 0o45‘ Lintang Utara. Dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 5 s.d. 50 meter dari permukaan laut, sedangkan permukaan wilayah bagian utara merupakan dataran landai dan bergelombang dengan ketinggian berkisar 5 – 11 meter, dan dibelah oleh aliran Sungai Siak, yang mengalir dari barat hingga ke timur. Beriklim tropis dengan suhu udara maksimum antara 34,0o C – 36,7o C dan minimum 20,0oC – 22,4oC. Berpenduduk 711.130 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 3,99 % per tahun.
Kentalnya kebudayaan melayu dalam masyarakat menjadikan kehidupan di Kota Pekanbaru terasa begitu religius. Agama yang dianut oleh warga Kota Pekanbaru, mayoritas menganut agama Islam yakni mencapai 90 %, Kristen 4,2%, Budha 3,1 %, Katholik 2,3 %, Hindu 0,3 % dengan jumlah rumah peribadatan mencapai 564 dengan rincian Mesjid 501, Gereja 51, Vihara 11 dan Pura 1.
Kota Pekanbaru, Di sebelah Utara, berbatasan wilayah dengan Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. Di sebelah Timur dengan Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Kampar.
........
Visi Kota Pekanbaru 2021 adalah “Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa, pendidikan, serta pusat kebudayaan Melayu, menuju masyarakat sejahtera yang berlandaskan iman dan takqwa.”
Untuk mewujudkan Visi telah ditetapkan Misi Kota Pekanbaru 2021, yaitu :
1.Menciptakan dan menumbuhkembangkan iklim usaha yang kondusif dengan berbasis ekonomi kerakyatan.
2.Menyediakan sekolah dan lembaga pendidikan yang unggul yang didukung oleh tenaga profesional sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, kreatif dan inovatif.
3.melestarikan, membina dan mengembangkan kebudayaan melayu yang mampu mengikuti perkembangan jaman dengan tetap mempertahankan jati diri sehingga tercipta masyarakat yang maju, mandiri dan mampu bersaing.
4.terpenuhinya kebutuhan hidup dan kehidupan masyarakat.
5.Menciptakan masyarakat yang beriman dan bertakwa melalui pendidikan agama dan memfungsikan lembaga – lembaga keagamaan sebagai wadah pembinaan umat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi dan Komunikasi Organisasi

Komunikasi di dalam organisasi tidak terlepas dari perkembangan manajeman dan birokrasi. Komunikasi merupakan kegiatan yang paling serin...